Sepakbola

Chelsea Pecat Enzo Maresca Meski Raih Dua Trofi, Xavi Hernandez Masuk Radar Pengganti

Advertisement

Kabar mengejutkan datang dari London, Inggris. Klub raksasa Chelsea secara resmi mengakhiri kerja sama dengan manajer mereka, Enzo Maresca, pada Kamis (1/1/2026). Keputusan ini diambil hanya 18 bulan setelah Maresca memimpin The Blues, periode yang diwarnai persembahan dua trofi bergengsi: Conference League dan Piala Dunia Antarklub 2025.

Perbedaan Visi dan Kebijakan Transfer

Dilansir dari detikSport, perpisahan ini diduga kuat lantaran adanya perbedaan visi antara Maresca dengan jajaran petinggi klub. Isu ini mencakup berbagai aspek, mulai dari penanganan cedera pemain hingga strategi pemilihan skuad dalam setiap pertandingan.

Mantan pemain dan kapten Chelsea, John Terry, turut menyuarakan keterkejutannya atas keputusan ini. Meskipun demikian, Terry juga mengakui adanya penurunan performa Chelsea dalam sebulan terakhir, terutama setelah kemenangan melawan Barcelona di Liga Champions.

"Ini sangat mengejutkan karena tiga atau empat minggu yang lalu, kami bermain sangat baik melawan Barcelona. Itu sangat bagus, dan empat minggu kemudian, performa dan hasilnya jelas tidak cukup baik," ungkap Terry.

Pertandingan terakhir Enzo Maresca bersama Chelsea adalah saat tim ditahan imbang Bournemouth 2-2 dalam laga penutup tahun 2025, Rabu (31/12). Hasil tersebut semakin menyoroti situasi Maresca di klub dalam 24 jam terakhir, yang berujung pada kabar perpisahan.

Drama Transfer dan Proyek Klub

Salah satu alasan utama keretakan hubungan antara Maresca dan manajemen adalah perbedaan kebijakan transfer pemain. Laporan dari media Inggris yang dikutip detikSport menyebutkan bahwa Maresca tidak pernah menginginkan kedatangan Alejandro Garnacho. Ia dikabarkan meminta tambahan bek tengah baru untuk memperkuat lini pertahanan.

Namun, permintaan tersebut tidak dikabulkan. Sebaliknya, manajemen klub justru merekrut pemain di posisi lain tanpa persetujuan Maresca. Alejandro Garnacho diboyong dari Manchester United dengan mahar 46 juta Euro atau setara Rp 904 miliar.

Advertisement

Diduga, manajemen klub memiliki agenda bisnis jual beli pemain untuk meraup keuntungan. Strategi ini melibatkan pengumpulan pemain muda untuk kemudian dilepas dengan harga lebih tinggi di masa depan. Hal ini bertolak belakang dengan keinginan Maresca yang fokus pada pembelian pemain sesuai kebutuhan tim.

Xavi Hernandez Masuk Radar Pengganti

Hingga kini, belum ada nama pasti yang akan menggantikan posisi Maresca di paruh musim. Namun, beberapa nama top mulai dikaitkan, salah satunya adalah Xavi Hernandez, yang saat ini berstatus tanpa klub.

Xavi sempat mengutarakan ketertarikannya untuk menangani klub di Premier League. Ia mendambakan sebuah proyek jangka panjang yang memberinya waktu empat tahun untuk membangun tim.

"Saya tidak terburu-buru, tetapi saya ingin proyek yang bagus. Seperti, ‘Anda punya waktu empat tahun untuk mengerjakan dan membuat proyek,’" kata Xavi kepada The Athletic pada Mei 2025.

"Saya ingin sekali bekerja di Premier League karena saya menyukai semangat di sana. Di Spanyol, hasil terlalu menjadi fokus utama," sambungnya.

Posisi Chelsea Saat Ini

Saat Maresca meninggalkan klub, Chelsea menempati peringkat kelima klasemen Liga Inggris. Klub London Barat ini juga masih berjuang di babak gugur Liga Champions, serta bersaing di Piala Liga Inggris dan Piala FA.

Advertisement