London – Keputusan mengejutkan datang dari Stamford Bridge. Chelsea resmi mengumumkan perpisahan dengan manajer Enzo Maresca pada Kamis (1/1/2026), mengakhiri kebersamaan 18 bulan yang diwarnai trofi bergengsi.
Empat Alasan di Balik Keputusan ‘Berani’ Chelsea
Perpisahan ini terjadi hanya sehari setelah Chelsea ditahan imbang 2-2 oleh Bournemouth pada laga penutup tahun 2025. Keputusan ini, menurut laporan Sky Sports dan The Guardian, didasari oleh beberapa faktor krusial yang membuat manajemen Chelsea merasa perlu mengambil langkah tegas.
1. Rentetan Hasil Buruk di Akhir Tahun
Setelah tampil gemilang pada November, performa Chelsea mengalami penurunan drastis sepanjang Desember. Dari delapan pertandingan yang dimainkan, The Blues hanya mampu meraih dua kemenangan, masing-masing melawan Everton dan Cardiff City. Sisanya berakhir dengan tiga kekalahan dan tiga hasil imbang. Enam dari pertandingan tersebut terjadi di Premier League, di mana Chelsea hanya mampu menang melawan Everton, namun gagal mengamankan poin penuh melawan tim seperti Leeds United dan Bournemouth.
2. Masalah Penanganan Pemain dan Rotasi
Chelsea disebut kurang sepakat dengan cara Maresca menangani pemain yang cedera. Meskipun tim medis telah dibenahi, Maresca dinilai gagal melakukan rotasi pemain secara efektif. Pemain seperti Reece James, yang musim lalu sering berkutat dengan cedera, justru dipaksa bermain terus-menerus di bawah asuhannya. Hal serupa juga terjadi pada Pedro Neto dan Wesley Fofana. Selain itu, Maresca juga dinilai kurang memberikan kepercayaan pada pemain lapis kedua, seperti Andrey Santos, dan kerap menyatakan timnya kurang berpengalaman dengan kualitas yang ada.
3. Tekanan Eksternal dan Kritik Fans
Maresca juga mendapat kritik dari para penggemar, terutama setelah keputusannya menarik keluar Cole Palmer dalam laga melawan Bournemouth. Meskipun rotasi pemain adalah keinginan klub, Maresca dinilai tidak mampu mengatasi tekanan eksternal yang muncul.
4. Godaan Tim Lain dan Sikap ‘Membangkang’
Faktor lain yang mempercepat perpisahan adalah munculnya minat dari klub lain terhadap Maresca. Laporan menyebutkan, pelatih berusia 45 tahun itu dilirik oleh Juventus, bahkan Manchester City juga dikabarkan tertarik menjadikannya suksesor Pep Guardiola. Situasi ini kabarnya dimanfaatkan Maresca untuk menekan manajemen, yang justru menimbulkan kekesalan di kalangan petinggi klub. Puncaknya adalah sikap Maresca yang terang-terangan ‘membangkang’ dengan tidak menghadiri konferensi pers pasca-laga melawan Bournemouth, yang menunjukkan gelagat ketidakbetahan di Stamford Bridge.
Keempat alasan tersebut menjadi pertimbangan Chelsea untuk melepas Maresca, meskipun ia berhasil mempersembahkan trofi Conference League dan Piala Dunia Antarklub 2025. Saat ini, Chelsea menempati peringkat kelima klasemen Liga Inggris. Mereka juga masih berjuang di Liga Champions, Piala Liga Inggris, dan Piala FA.
Saksikan Live DetikPagi: Video Maresca: 11 Vs 11, Chelsea Lebih Baik dari Arsenal






